Oleh: Nurfitriah

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil kegiatan perempuan pesisir. (2) Akses dan kontrol perempuan dalam pemanfaatan sumber daya pesisir. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan kontrol. (4) Siklus proyek-program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kabupaten Bantul. Profil kegiatan meliputi kegiatan produktif, kegiatan domestik, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan merupakan penelitian populasi. Populasi penelitian adalah kesatuan rumah keluarga (suami-istri) perempuan anggota “Niswati Bahari” yang memenuhi kriteria populasi. Kriteria populasi yang dimaksud yaitu suami dan istri tinggal dalam satu rumah pada saat diteliti. Jumlah populasi sebanyak 51 pasang suami istri. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara (terhadap rumah tangga anggota dan pengurus “Niswati Bahari”), observasi meliputi pengamatan terhadap agenda kegiatan “Niswati Bahari”, dan dokumentasi dalam mendapatkan data tersier seperti data program kerja, tujuan dan sasaran program, siklus proyek, monografi desa, profil daerah dan lain sebagainya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis gender metode Harvard yang merupakan kerangka analisis gender yang terdiri dari sebuah matriks yang mengumpulkan data pada tingkat mikro (masyarakat dan rumah tangga) meliputi empat komponen yaitu profil kegiatan (produktif, domestik, dan sosial kemasyarakatan), akses dan kontrol perempuan dalam pemanfaatan sumber daya, faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan kontrol, dan siklus proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dalam profil kegiatan produktif, pada sektor pertanian perempuan banyak berperan dalam kegiatan penanaman, penyiangan, pengeringan, panen dan perontokan hasil. Pada sektor peternakan, peran perempuan tampak dalam pemberian pakan dan pemasaran. Pada sektor perikanan, peran perempuan tampak dalam penjualan hasil tangkap ikan. Dalam sektor Domestik, perempuan banyak berperan pada kegiatan memasak dan mencuci pakaian. Dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, perempuan banyak berperan pada kegiatan arisan, penyuluhan, dan pengajian (2) Akses dan kontrol perempuan terhadap program sudah cukup baik. Jika dibandingkan, “Niswati Bahari” Desa Tirtohargo memiliki akses dan kontrol yang relatif lebih baik. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan kontrol antara lain berupa faktor ekonomi, faktor kultural, faktor struktural, dan faktor pendidikan. (4) Pada siklus-proyek program PEMP, relasi usaha antara laki-laki dan perempuan kurang tampak. Hambatan yang dihadapi anggota “Niswati Bahari” berupa kurangnya modal, jarak yang relatif jauh, terbentur dengan kesibukan lain dan waktu, kesulitan dalam memasarkan, relatif mahal harga dan sulitnya mendapatkan bahan baku, pergantian cuaca dan musim, dan hambatan-hambatan lainnya yang bersifat teknis seperti tidak ada transportasi. Manfaat yang dirasakan anggota “Niswati Bahari” berupa tambahan informasi dan pengetahuan, menambah teman, bersosialisasi, sarana pengembangan diri, menambah pengalaman dan kesejahteraan, wadah berorganisasi, mendapatkan bantuan berupa kelengkapan memasak, bersilaturahmi, simpan pinjam, arisan, sanitasi dan kesehatan.

  1. 5 November 2016

    I used to be suggested this website by way of my cousin. I’m not
    certain whether this put up is written through him
    as no one else realize such certain about my problem.
    You are wonderful! Thank you!

  2. 30 April 2017

    What a great reoucrse this text is.

  3. 8 Mei 2017

    Congrats on your publicity! I will have to go and check it out.And I have to agree with you. Nathaniel and I have been having this same discussion alot lately. It seems there is so much going on around us, both good and bad. Know I am thinking of you, and I am saying a prayer for you!Love ya, girl!

Komentar-Komentar

Tulis Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *