Dalam menapaki dekade awal kiprah dan pengabdian, LPPM STKIP Setiabudhi Rangkasbitung dihadapkan pada peluang dan tantangan global, lingkungan yang bergerak dinamis dan tatanan yang terus berubah dengan cepat. Pada kondisi ini disadari sepenuhnya, pada masyarakat masa depan, ilmu pengetahuan diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pilihan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan merupakan peluang dan tantangan yang memerlukan tanggapan cepat dan strategis. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) STKIP Setiabudhi Rangkasbitung bertekad memainkan peran dan menjadi bagian kekuatan intelektual bagi lahirnya masyarakat baru yang berbasis pengetahuan (knowledge society).

Rasionalitas yang ada pada saat ini bangsa sedang menghadapi berbagai perubahan besar yang pada muaranya diharapkan akan melahirkan masyarakat madani (civil society). Perubahan-perubahan ini dicirikan dengan demokratisasi, otonomi dan kesadaran Bhineka Tunggal Ika dalam berbangsa dan bernegara.

Dalam masyarakat Banten yang majemuk dan berubah LPPM STKIP Setiabudhi Rangkasbitung dikehendaki menjadi sumber inspirasi pembaharuan sekaligus kekuatan moral pemersatu. Dalam menanggapi tingkat kemajemukan masyarakat yang kaya ragam, LPPM STKIP Setiabudhi Rangkasbitung mewajibkan dirinya untuk memperluas dan memeratakan akses pada pendidikan tinggi dan pelayanan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial. Dengan adanya otonomi daerah, STKIP Setiabudhi Rangkasbitung mempunyai peluang besar untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah berdasar keunggulan lokal dengan nilai strategisnya.

Agar dapat memanfaatkan keunggulan strategis secara lebih optimal, diperlukan jaminan tata manajemen penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tatanan baru dengan asas kemandirian akan merupakan perangkat yang mempertajam pelaksanaan peran-peran dan pemenuhan harapan-harapan masyarakat.

Kemandirian ini juga diperlukan untuk mewujudkan institusi berorientasi inovasi yang efektif, berwawasan kualitas, dan efisien dalam pengelolaannya serta sekaligus akuntabel. Kemandirian sebagai lembaga berbasis masyarakat harus diartikan sebagai peningkatan tanggung jawab dan peran membangun masyarakat melalui peningkatan sumberdaya manusia dan intelektualitasnya. Kualitas output dari keseluruhan sistem ditentukan oleh oleh aspek organisasi, fasilitas, sarana, dan prasarana yang andal, agar dapat menjadi pusat penelitian (research center), pusat pengembangan ilmu pengetahuan (science center), dan pusat penguatan sumberdaya manusia yang andal yang dikelola secara profesional, efektif, dan efisien.